NAMPANG DI PEMATANG SAWAH

NAMPANG DI PEMATANG SAWAH
ECTION DULU YACH...!!!

Rabu, 14 Juli 2010

Sholawat Nariyah

Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat "thibbil qulub", ada shalawat "tunjina", dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan "hizib" dan "rawatib" yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat populer ialah "shalawat badar". Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.

Nah shalawat yang satu ini, "shalawat Nariyah", tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Naby. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma' az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta

Tanya Kesesatan Sholawat nariyah

Re: [assunnah] Tanya Kesesatan Sholawat nariyah

wa'alaikumussalaam warohmatullah wabarokaatuh,

Berikut saya copy-kan dari e-book "Firqatun Najiyah" ttg sholawat nariyah

SHALAWAT NARIYAH
Shalawat nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, atau hajat dikabulkan, niscaya akan ter-penuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafazh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Secara lengkap, lafazh shalawat nariyah itu adalah sebagai berikut,

"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk penghulu kami Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, dan semoga pula dilimpahkan untuk segenap keluarga, dan sahabat-nya sebanyak hitungan setiap yang Engkau ketahui."

1. Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo'a.

Setiap muslim tidak boleh berdo'a dan memohon kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakit-nya, bahkan meski yang dimintanya adalah seorang malaikat yang diutus atau nabi yang dekat (kepada Allah).

Al-Qur'an mengingkari berdo'a kepada selain Allah, baik kepada para rasul atau wali. Allah berfirman,

"Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (Al-lsra': 56-57)

Para ahli tafsir mengatakan, ayat di atas turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berdo'a dan meminta kepada Isa Al-Masih, malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih dan jenis makhluk jin.

2. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur'an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan,

"Katakanlah, 'Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (Al-A'raaf: 188)

"Seorang laki-laki datang kepada Rasululllah Shallallaahu 'alaihi wa Salam lalu ia berkata kepada beliau, 'Atas kehendak Allah dan kehendakmu." Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda, 'Apakah engkau menjadikan aku sebagai sekutu (tandingan) bagi Allah? Katakanlah, "Hanya atas kehendak Allah semata." (HR. Nasaa'i, dengan sanad shahih)

Di samping itu, di akhir lafazh shalawat nariyah tersebut, terdapat pembatasan dalam masalah ilmu-ilmu Allah. Ini adalah suatu kesalahan besar.

3. Seandainya kita membuang kata "Bihi" (dengan Muhammad), lalu kita ganti dengan kata "BiHaa" (dengan shalawat untuk Nabi), niscaya makna lafazh shalawat itu akan menjadi benar. Sehingga bacaannya akan menjadi seperti berikut ini:
"Ya Allah, limpahkanlah keberkahan dengan keberkahan yang sempurna, dan limpahkanlah keselamatan dengan keselamatan yang sempurna untuk Muhammad, yang dengan shalawat itu diuraikan segala ikatan ..."

Hal itu dibenarkan, karena shalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam adalah ibadah, sehingga kita boleh ber-tawassul dengannya, agar dihilangkan segala kesedihan dan kesusahan.

4. Kenapa kita membaca shalawat-shalawat bid'ah yang meru-pakan perkataan manusia, kemudian kita meninggalkan shalawat lbrahimiyah yang merupakan ajaran AI-Ma'sum ?



Wassalaamu'alaikum,

Minggu, 11 Juli 2010

Wanita Adalah Tiang Agama


Nabi Muhammad Bersabda " wanita adalah tiang agama, jika wanita rusak maka rusak pulalah Negara"

maaf kalo saya sok tahu.

saya ingin ajak sahabat sekalian berfikir, apa yang paling banyak anda temukan/dijual di Mall atau pusat perbelanjaan?
hm... kalo menurut saya adalah kebutuhan wanita. dari baju yang beribu-ribu model, sepatu, tas dll.

sahabat juga bisa lihat gaya berpakaian laki-laki lalu bandingkan dengan wanita. model pakaian laki2 paling cuma kemeja , kaos , sepatu yang modelnya itu2 aja. sedangkan wanita, bermuacam macam.

disinilah terlihat jika wanita lebih konsumtif dari pria.ah sok tahu..., (emang.. :P) tp kalo saya jualan pasti menjual apa yg banyak dicari orang.dan kenapa banyak kebutuhan wanita, ya karena wanita banyak yang nyari.. iya gak sih...?

dan mungkin disinilah maksud hadist diatas, jika wanita rusak maka rusak pulalah negara tersebut. "mungkin" yang di maksud dengan rusak disini ialah jika wanita punya penyakit hati seperti iri hati, riya/pamer, ingin terpandang dan sifat buruk lainnya. jika mempunyai penyakit hati diatas sifat konsumtif pun tidak bisa di kendalikan. dan celakanya sering kali para wanita (pria juga) gak sadar kalo mereka mempunya penyakit hati ini. dan bahkan marah saat kita ingatkan.

buktinya, banyak para koruptor yang korupsi karena untuk memenuhi kebutuhan istrinya yang konsumtif. banyak juga prostitusi karena ingin memenuhi sifat konsumtifnya seperti ingin punya blackberry, perhiasan dan lain2.ada suami yang selingkuh atau berzina dengan pelacur gara2 tidak diberi "jatah" oleh istri karena sang istri tidak dibelikan emas atau mobil.dan banyak juga para ABG dan wanita dewasa yang berpacaran untuk bisa di belikan pulsa, HP, atau agar bisa numpang naik kendaraan cowoknya supaya terlihat keren dimata kawan-kawannya. walaupun cowok itu mengajak pacaran yang tidak sehat. ada juga yang menunda pernikahan agar bisa mengumpulkan uang untuk suatu pesta yang megah supaya terlihat hebat dimata orang lain.

Nabi SAW bersabda "ada tiga golongan yang pasti ditolong oleh Allah,yang berjihad dijalan Allah, budak yg ingin membebaskan diri, dan orang yang menikah untuk menjaga kesucian diri (H.R. Attirmidzi No.1655, Annasai No.3117) jadi yakinlah dengan menjaga kesucian diri/hati Allah akan menolong kita.

dalam hadist lain juga Nabi bersabda " Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholihah".

kalau diartikan secara harfi oleh seorang yang miskin ilmu seperti saya, mungkin maksudnya begini. wanita itu bagai perhiasan. jadi wanita itu harus dijaga oleh suami dan oleh wanita itu sendiri. baik prilaku tubuh, pandangan, hati dan lain-lain. sahabat bisa lihat toko-toko perhiasan. mereka menjaga keindahan perhiasan dengan di taruh di etalase kaca.bahkan kadang di pakaikan jeruji supaya tidak sembarang di sentuh atau di pegang orang. begitu juga wanita. wanita di ciptakan dengan keindahan yang harusnya di jaga bukan di umbar. sampai setiap bagiannya.

bahkan konon Nabi Sulaiman jatuh cinta pada Ratu Balqis dari negeri Saba karena melihat betisnya yang terlihat saat berjalan dilantai kaca yang dikiranya kolam ikan. itu tanda bahwa setiap bagiantubuh wanita bisa mempesonakan laki-laki dan jangan dipertontonkan secara gratis, tapi berilah pada yang membayar dengan cinta, yaitu suamilah tentunnya (bukan pacar).

Nabi juga bersabda : Annisa Madrosatul awlad : " wanita/ibu itu sekolah (pertama) bagi anak-anak"
bisa jadi yang membuat hancurnya Negara ini adalah banyaknya para wanita yang sibuk bekerja mencari nafkah yang seharusnya dilakukan suami sampai melupakan hadis diatas. dan malah mempercayakan pendidikannya pada orang lain. bahkan sering pula kasih sayang dan perhatiannya di serahkan pada pembantu atau baby sitter.

oleh karena itu, yuk sama-sama membangun Negara kita ini. dengan saling intropeksi. bagi para wanita, mulailah menjaga diri, dan mewaspadai penyakit-penyakit hati.begitu juga laki-laki tentunya. dan laki-laki juga harus semangat berusaha untuk menafkahi istrinya, jangan sampai perhiasan yg terindahnya(istri) terpaksa keluar rumah juga untuk mencari nafkah apalagi sampai meninggalkan anaknya dirumah.

untuk sahabat wanita yang belum berhijab/jilbab, silahkan mulai berfikir untuk berjilbab. dengan berjilbab masih bisa kok terlihat cantik dan bisa tetap berkarir atau beraktivitas lainnya.

sungguh betapa Allah sangat menghormati dan mengistimewakan wanita,contohnya ialah dengan adanya surat yang bernama surat ANNISAA yang artinya Wanita. dan banyak ajaran Islam yang menyuruh kita memuliakan Ibu, bahkan 3 kali di banding bapak. yang jelas bahwa ibu adalah seorang WANITA. maka adakah alasan wanita itu sendiri untuk tidak memuliakan dirinya sendiri dan menjaga kemuliaannya sendiri?

dan terakhir syukuri apa yang kita punya saat ini, disamping janji Allah yang akan menambah nikmat yg diberikan jika kita bersyukur. kita juga akan sadar dan menyesali jika suatu yang kita punya saat ini telah menghilang. dan jangan takut melakukan sesuatu untuk meningkatkan rasa takwa kita pada Allah. karena Allah Berfirman

" Wa man yattaqillah , yaj 'al lahu makhroja. wa yarzukuhu min haisu la yahtasib"
artinya:
"barang siapa yang bertakwa/takut kepada Allah akan diberikan jalan keluar(dari masalahnya) dan diberikannya rejeki dari tempat yang tidak disangka-sangka"

semoga kita akan selalu deberikan petunjuk oleh Allah dan selalu dalam naungan cintaNya

saya mohon maaf kalo saya sok tahu, dan terkesan memojokan kaum wanita dalam tulisan kali ini. tapi justru sebaliknya , saya ingin memuliakan makhluk Allah yang bernama WANITA. bahkan sebagian besar kata-kata diatas sebenarnya adalah dari seorang wanita yang memberikan uneg-unegnya apa yg dirasakan didalam dirinya.

Tiang Agama




Saudara-iku yg dirahmati ALLAH (Alhamdulillah)

Semalam saya berinstrofeksi diri..
Selama hidup ini sdh sejauhmana saya menjadi pribadi yg ISLAM.. Ternyata jawabannya hanya sebatas tiang.. Banyak orang bilang “Iman merupakan tiang Agamamu” Memang itu saya miliki, namun hanya sebatas tiang.
Tiang tanpa bangunan..

Maksudnya, saudara-i tentu sering melihat bangunan yg hanya separuh dibuat, bangunan yg hanya ada tiangnya aja namun belum selesai menjadi sebuah rumah, nah inilah imanku.Selama hidup saya, saya tidak berusaha utk memperindah bangunan itu, namun saya menelantarkannya sampai tumbuh disana lumut, ilalang, pohon rambat sehingga menyebabkan tiang itu kelihatan usang.

Saya juga pernah melihat tiang yg sdh menjadi rumah, namun rumah tersebut tidak kokoh, retakan dinding dimana-mana, kebocoran dimana-mana, serta yg berisi sarang laba-laba (itu menandakan si empunya tiang tetap membangun rumahnya hingga jadi namun setelah jadi dia tdk merawatnya, artinya iman org tersebut kuat namun setelah tempaan hidup terhadapnya dia berpaling dari imannya sendiri )

Saya juga pernah melihat tiang yg rapuh namun memiliki bangunan yg indah, meski si empunya tiang juga takut sewaktu-waktu rumahnya roboh (maksudnya imannya tipis namun krn ia berusaha utk mengamalkan apa yg ia tau meski sedikit namun ia mempercantik rumahnya tapi ia tetap khawatir jika sewaktu-waktu keimanannya hilang jika ada angin yg meniup tiangnya, ini mencirikan org yg kurang mempelajari agama sejak kecil namun ia berusaha utk mempelajarinya tapi ada kekhawatiran juga jika apa yg dipelajarinya tidak kuat dg derita yg diterimanya).
Saya juga pernah liat tiang yg amat kokoh disertai bangunan nan indah didalamnya terdapat org2 yg a`bid, arif (mungkin kita bisa golongkan tiang ini yg dimiliki oleh para kyai dan alim ulama).

Saat saya merenungi ini,
saya berusaha memperbaiki tiang saya..
yg tumbuh lumut, ilalang, pohon rambat, mulai saya bersihkan sedikit demi sedikit.
Nah klo tiang saya udah bersih, saya berusaha ingin mempercantik bangunannya, klo bisa saya buat tingkat tuh bangunan.

Buat saudara-i yg membaca postingan ini..
nyok kita perbaiki tiang kita masing2…

Isra' Mi'raj Serta Peristiwa-Peristiwa Ganjil


Assalamualaikum wrwb,sahabat Jempol Mania...


Sekedar pengingat bagi sahabat semua saja, berikut adalah peristiwa-peristiwa lain selama Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, dimana peristiwa-peristiwa tersebut Nabi selalu bertanya kepada Malaikat Jibril, apakah maksudnya ini wahai Jibril? Siapakah gerangan mereka itu wahai Jibril?
Yang kemudian dijawab oleh malaikat Jibril apa maksud dan tujuan daripada peristiwa-peristiwa yang disaksikan oleh Rasulullah saw.

Diantara peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut :

1. Adanya sekelompok kaum yang menanam benih pada suatu hari, kemudian tumbuh subur dan diketamnya buahnya pada hari itu juga. Dan setiap habis diketam langsung berbuah kembali, lalu diketamnya lagi. Begitulah keadaannya berulang-ulang tanpa henti.
Itulah mereka para mujadid yang berjuang membela dan menegakkan agama Allah, kebaikan mereka dilipat gandakan sampai tujuh ratus kali lipat.

2. Ada pula kaum yang kepalanya dipukul sendiri dengan batu hingga kepalanya pecah, dan tiap-tiap selesai kepalanya dipecah kemudian kepalanya terkatup kembali, lalu dipukul lagi dengan batu hingga pecah lagi dan terkatup kembali. Kejadiannya terjadi terus-menerus dan berulang-ulang.
Itulah mereka yang otaknya merasa keberatan untuk menunaikan shalat fardhu.

3. Ada juga kaum yang hanya ada secawat kain untuk menutup alat kemaluan / pengeluarannya yang depan dan secawat kain untuk menutup alat pengeluarannya yang belakang. Mereka saling berkeliaran seperti unta dan kambing yang sedang digembalakan. Yang mereka makan adalah tanaman berduri serta pahit rasanya, serta bara api neraka jahannam dan batu-batunya yang panas.
Itulah mereka yang tidak mengeluarkan zakat hartanya.

4. Kemudian ada pula kaum yang dimukanya tersedia daging yang masak dan nyaman yang terletak di dalam periuk, dan ada pula daging yang mentah lagi busuk dalam periuk yang lain. Tetapi mereka justru makan daging yang mentah lagi busuk dan meninggalkan daging masak yang baik lagi nyaman itu.
Kata Jibril, “Itulah laki-laki dari ummatmu yang mempunyai isteri yang halal lagi baik-baik, tetapi masih juga mendatangi wanita tuna susila. Ia pun bermalam dengan wanita itu sampai pagi. Demikian pula wanita yang meninggalkan suaminya yang halal dan baik, lalu mendatangi lelaki hidung belang. Ia pun bermalam dengan lelaki itu sampai pagi”.

5. Kemudian Nabi saw meneruskan perjalanan hingga sampai pada sebatang kayu yang melintang ditengah jalan. Tidak sehelai kain atau suatu benda apa pun yang melaluinya, melainkan pasti tersobek karenanya. Maka bertanyalah beliau, “Apakah gerangan ini wahai Jibril?”, Jibril menjawab, “Ini adalah perumpamaan sekelompok dari ummatmu yang suka duduk-duduk dijalan lalu mengadakan gangguan bagi siapa saja yang melintas disitu”.

6. Kemudian dijumpai juga seorang lelaki yang mengumpulkan seberkas kayu dan ia sudah tidak kuat untuk mengangkat kayu-kayu tersebut, tetapi masih juga menambah tumpukan kayunya.
“Ini adalah seseorang dari ummatmu yang menanggung amanat dari manusia yang mana ia sudah tidak mampu menunaikannya, tetapi ia masih juga menanggung-nanggungnya”.

7. Ada pula kaum yang digunting lidah dan bibirnya dengan gunting dari besi. Tiap-tiap selesai digunting, tumbuh lagi lidah dan bibirnya. Begitulah dilakukan / terjadi secara berulang-ulang dan terus-menerus.
Itulah tukang-tukang pidato penyebar fitnah dan propaganda.

8. Kemudian beliau datang ke suatu lobang yang kecil dan dari dalamnya keluar seekor lembu yang sangat besar. Lembu itu ingin kembali masuk ke lobang tempat ia keluar tadi, tetapi tidak memasukinya lagi. Nabi bertanya. “Apakah ini wahai Jibril?”, Jibril menjawab, “Ini adalah perumpamaan dari ummatmu yang mengucapkan perkataan yang muluk-muluk, kemudian ia menyesal atas pembicaraannya itu, tetapi ia tidak dapat lagi menariknya”.

9. Dan dilihat pula suatu kaum yang perutnya buncit-buncit sebesar rumah, setiap hendak bangun mereka tersungkur jatuh, begitulah seterusnya.
Itu adalah orang-orang yang suka makan riba, mereka tidak berdiri melainkan seperti berdirinya orang gila yang kesetanan.

10. Ada juga Nabi saw melihat beberapa kaum yang mulutnya seperti moncong unta. Mulutnya ternganga lebar lalu dimasuki bulatan-bulatan api, kemudian api tersebut keluar lagi dari duburnya.
Itulah mereka adalah orang-orang yang makan harta anak-anak yatim secara aniaya. Sebenarnya mereka itu memasukkan api ke dalam mulutnya, dan kelak akan masuk ke dalam neraka.

Kamis, 08 Juli 2010

Mahluk Luar Angkasa Dalam Qur'an


Kita semua mengetahui bahwa bumi yang kita diami ini tak lebih dari sebutir debu dialam semesta yang amat besar dan megah, dan yang penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup. Memang mungkin saja bumi kita ini adalah sebutir pasir diatas pantai wujud semesta yang amat sangat luas, yang batas-batasnya tak terjangkau oleh khayalan kita !

Kita lebih lagi merasakan luasnya kerajaan langit apabila kita ikuti hasil penelitian para ahli ilmu falak atau Astronomi sebagai hasil dari pengamatan mereka yang tidak henti-hentinya terhadap ruang angkasa.

Kita akan menjadi orang-orang dungu apabila mengira bahwa hanya kitalah satu-satunya makhluk hidup dalam wujud semesta yang maha luas ini yang dikatakan juga dalam Al Qur'an sebagai 'Arsy Allah.

Logikanya, seseorang yang membangun gedung pencakar langit tidak akan membiarkan angin menerpa bagian terbesar dari sisi-sisinya yang dibiarkannya kosong, seraya merasa cukup dengan penghunian satu kamar saja diantara lorong-lorongnya !

Sesungguhnyalah alam ini penuh sesak dengan makhluk hidup yang dicipta oleh Allah Swt yang merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Maka jika manusia mengira bahwa mereka adalah satu-satunya yang meliputi kehidupan, sungguh mereka telah terkelabuhi oleh diri sendiri.

Selain itu adanya ketidak percayaan manusia bahwa jika dalam setiap planet-planet diluar bumi kita ini berhunikan makhluk hidup sebagaimana halnya dengan manusia, akan menyebabkan gagalnya konsep dari ajaran agama Kristen Trinitas yang dipeluk oleh mayoritas penduduk dunia saat ini dengan menyatakan bahwa Tuhan itu beranak dibumi ini dengan nama Jesus.

Mereka kehilangan daya untuk menentukan apakah Tuhan telah beranak pula diplanet lain dalam tata surya ini mengingat diplanet-planet itu ada masyarakat manusia pula, lalu apakah sedemikian genitnya Tuhan itu dengan keranjingan beranak pinak ?

Dengan memperhatikan AlQur'an suci, wahyu Allah yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin sang Nabi penutup, kita akan mengetahui hal tersebut dengan jelas bahwa Allah itu adalah Tuhan yang Maha Esa, Tidak beranak dan Tidak diperanakkan serta Dia maha Kuasa atas segala sesuatunya tanpa harus ada partner didalam menjalankan kesemuanya itu.

Khusus untuk masalah yang menjadi tanda tanya para ahli pikir abad 20 mengenai kehidupan diluar planet bumi kita ini Allah berfirman dalam AlQur'an :

Dan diantara ayat-ayatNya adalah menciptakan langit dan bumi
Dan makhluk-makhluk hidup yang Dia sebarkan pada keduanya.
Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.(QS. 42:29)

Kepada Allah sajalah bersujud semua makhluk hidup yang berada di langit dan di bumi dan para malaikat, sedang mereka /malaikat/ tidak menyombongkan diri. (QS. 16:49)

Tasbih bagiNya planet-planet, bumi dan semua yang ada di dalamnya. Bahwa mereka itu hanya tasbih dengan memuji Dia, tetapi kamu tidak mengerti caranya mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

Hai manusia ! Sembahlah Tuhan-mu yang telah menjadikan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu terpelihara.
(QS. 2:21)

Makhluk-makhluk yang ada diplanet dan bumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. 55:29)

Tidak ada satu makhlukpun diplanet dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)

Ayat-ayat seperti itu banyak sekali. Dari sana kita mengetahui bahwa Bani Adam yang ada diplanet bumi kita ini hanyalah satu jenis makhluk diantara makhluk-makhluk hidup lainnya, bukan satu-satunya makhluk hidup.

Pada pembahasan yang lalu, yaitu tentang Nabi Adam dan istrinya yang dulu bertempat tinggal di bumi Muntaha sebagai bumi yang letaknya pada galaksi terjauh dan tertinggi dimensinya serta pembahasan mengenai perjalanan Mi'raj Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin kembali pada dimensi tertinggi itu, kita sudah mengenal ada banyaknya langit dan bumi didalam bentangan alam semesta ini.
Dan sekedar untuk mengingatkan kita saja, mari kita perhatikan kembali firman Allah berikut ini :

Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
Perintah /hukum-hukum/ Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(QS. 65:12)

Dari ayat 65/12 diatas nyatalah bahwa yang dimaksud Qur'an dengan istilah Samawaat adalah planet-planet yang bersamaan wujud dan rupanya dengan bumi kita ini.

Menurut ketentuan tata bahasa, istilah itu berasal dari Samaa' sebagai singular dari samawaat, namun wujud dan keadaannya ternyata berbeda. Samaa' berarti angkasa atau atmosfir dimana hujan turun membasahi bumi, sedangkan samawaat berarti planet-planet yang bersamaan wujudnya dengan bumi.

Jika kita memperhatikan maksud dari ayat 42/29 yang kita tuliskan pada bagian awal, maka akan semakin jelas diketahui bahwa Samawaat adalah planet-planet dimana makhluk yang berjiwa hidup berkembang biak seperti yang berlaku diplanet bumi kita ini, dan menurut ayat 24/45 berikut dapat kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan makhluk berjiwa atau istilah Qur'annya Dabbah adalah yang berjalan dengan perutnya, dengan empat kaki (sama halnya dengan hewan) dan atas dua kaki sebagaimana keadaan manusia.

Dan Allah telah menciptakan semua jenis makhluk hidup dari Almaa', diantara mereka ada yang berjalan atas perutnya /melata/, dan dari mereka ada yang berjalan atas dua kaki /manusia/ serta dari mereka ada yang atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.(QS. 24:45)

Tentu ada orang yang mengartikan istilah Dabbah yang termuat pada ayat 42/29 itu dengan berbagai istilah, tetapi ayat 24/45 telah menerangkan arti istilah itu sejelas-jelasnya. Dan dari semua itu didapatlah kepastian bahwa dipermukaan planet dalam tata surya juga hidup makhluk-makhluk yang berupa hewan melata atau hewan berkaki empat serta makhluk hidup yang berupa manusia, berjalan dengan kedua kakinya seperti yang berkembang biak diplanet bumi kita ini.

Sementara itu Allah menyatakan mengenai aneka ragam jenis dan sifat Dabbah itu, sebagaimana pada surah 8:22 bahwa Dabbah yang jahat ialah orang-orang yang tidak memikirkan hidupnya, dan pada surah 8:55 dinyatakan pula sebagai Dabbah yang kafir menurut hukum Islam.

Kembali pada surah 65/12 diatas bahwa Samawaat adalah planet-planet yang bersamaan wujud dan rupanya dengan bumi kita ini. Dalam ayat-ayatnya yang lain secara tersirat, AlQur'an juga mempertegas dengan mengatakan bahwa dibumi-bumi lainnya itu ada tumbuhan, bebatuan dan lain sebagainya.

"Hai anakku, sekiranya ada seberat biji sawi yang berada dalam batu karang yang besar atau di planet ataupun didalam bumi ini, Allah akan menunjukkannya. Sungguh, Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (QS. 31:16)

Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah telah mengedarkan untukmu apa yang diplanet dan apa yang di bumi serta menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin ? Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. 31:20)

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap selain Allah ! Tidaklah mereka memiliki seberat zarrahpun diplanet dan tidak pula di bumi ini, karena mereka tidak bersekutu pada keduanya dan tiada mereka sebagai pembantu bagiNya". (QS. 34:22)

Adanya kehidupan dipermukaan planet-planet pada bahagian langit yang lainnya sebagaimana maksud ayat-ayat suci yang telah kita kutipkan diatas, dapatlah dijadikan anak kunci bagi membuka lembaran baru tentang Astronomi yang dalam teori sarjana-sarjana barat selama ini terkandung keraguan dan kontradiksi yang tidak terpecahkan.

Adanya UFO /Unidentifiet Flying Objects/ yang pesawatnya berbentuk piring terbang, ribuan kali telah terlihat nyata diangkasa bumi, begitupun pendapat-pendapat yang sering kita dengar bahwa pesawat itu dikendalikan dan diawaki oleh manusia cerdas dari planet lain /ETI = Extra Terrestrial Intelligence Being/ menjadi alasan positif yang menguatkan pendapat adanya kehidupan manusia dan juga makhluk-makhluk hidup lainnya yang bermasyarakat sebagaimana yang berlaku dibumi.

Peradaban mereka yang sedemikian majunya sehingga mereka bisa melawan hukum-hukum alam yang manusia bumi abad ke-20 ini belum mampu melakukannya, hal ini terlihat dengan mampunya UFO itu terbang mengambang diatas permukaan bumi tanpa adanya pengaruh apapun dari gaya gravitasi bumi yang didalam AlQur'an disebut dengan Rawasia yang selalu diterjemahkan oleh para penafsir Qur'an selama ini dengan pengertian Gunung.

Kita bisa menerima kenyataan ini bila kita mau berpikir bahwa sebelum Nabi Adam as dan istrinya bertempat tinggal diplanet bumi kita ini, mereka terlebih dahulu singgah dan menetap serta berketurunan dibumi-bumi lainnya dalam bentangan tata surya Tuhan hingga pada masa waktu tertentu sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh Allah, mereka hijrah kebumi yang lainnya sampai pada planet bumi kita ini sebagai bumi terakhir yang akhirnya pula sebagai tempat wafat mereka dan bersemayamnya jasad mereka.

Menurut riwayat yang ada, makam atau kuburan dari istri Nabi Adam yang sering disebut orang dengan nama Siti Hawa, terletak dikota Jeddah, berukuran sangat panjang (ingat bahwa manusia pertama kalinya diciptakan oleh Allah dengan bentuk dan tubuh tinggi )

Kota Jeddah sendiri berartikan "Nenek".
Hanya saja bagaimanapun rujukan yang pasti, termasuk Hadist Rasulullah Saw yang menjelaskan mengenai kuburan Hawa tersebut belum pernah saya dapatkan dan saya baca.

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, hal yang ditentukan dan hal yang ditumpangkan. Sungguh telah Kami jelaskan pertanda-pertanda Kami kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 6:98)

Tidak heran jika penduduk bumi lain diluar planet kita ini yang secara silsilah adalah masih saudara kita sendiri, sudah mencapai tekhnologi yang begitu tinggi karena memang mereka sudah lebih dulu ada daripada kita, sehingga sedikit banyaknya mereka telah berhasil menyibak beberapa rahasia alam, termasuk masalah penolakan kepada gaya alami, gravitasi bumi.

Allah selalu menekankan kepada manusia agar mau memikirkan penciptaan langit dan bumi dalam hampir setiap ayat-ayat AlQur'an, ini menunjukkan betapa Allah sebenarnya ingin agar manusia menaruh perhatian mereka dalam sektor penerbangan luar angkasa agar mereka lebih bisa menyaksikan kemaha kuasaan Tuhan yang terbentang luas dialam semesta dan menepis isyu-isyu sesat bahwa Allah mempunyai sekutu didalam kebesaranNya.

Ada dua kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam catatan sejarah para ahli, yaitu : yang memakai tenaga menolak untuk maju seperti hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara; yang lainnya memakai tenaga lenting atau centrifugal seperti pesawat terbang.

Dan Dialah yang menciptakan semuanya berpasang-pasangan. Dan Dia jadikan untukmu yang kamu kendarai dari benda terapung /fulku/ dan binatang ternak. Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu memikirkan nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan:"Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(QS. 43:12-14)

Kedua macam kendaraan ini oleh ayat 43/12-14 diatas disebutkan dengan kendaraan terapung dan ternak.



Yang dimaksud dengan ternak adalah kuda, unta, keledai dan sebagainya. Benda terapung adalah segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh tekhnologi manusia tentulah termasuk dalamnya piring terbang !

MasyaAllah, sejak 14 abad yang lalu, AlQur'an sudah menyatakan bahwa manusia pada saatnya nanti akan mampu mengendarai suatu benda terapung yang dulu tidak bisa dilakukannya.

Hal tersebut untuk sejarah umat manusia bumi pra Rasulullah hingga kini baru sekarang dapat melakukan pendudukan atas benda terapung itu, yaitu kapal laut dengan segala jenisnya serta pesawat terbang dengan berbagai bentuk dan kemampuannya, dan mengingat Al Qur'an itu sebagai wahyu Allah yang bersifat sepanjang jaman, maka ramalan Qur'an itu akan terus berkelanjutan hingga pada puncaknya nanti manusia mampu pula menciptakan dan mengendarai piring terbang sebagai salah satu benda terapung yang sebelumnya tidak mampu menguasainya.

Semua itu membuktikan bahwa manusia pada waktunya kelak Insya Allah, akan mampu melakukan perjalanan antar planet dan antar galaksi serta berkomunikasi dan bahkan membentuk satu community bersama makhluk-makhluk hidup lainnya dari berbagai bumi disemesta alam ini pada masanya kelak sebagaimana yang selama ini hanya kita khayalkan melalui serial StarTrex, Babilon 5, Superman, Independence Day dan lain sebagainya.

Dalam peradaban modern masa depan itu, manusia bumi umumnya akan memakai piring terbang atau malah yang lebih canggih lagi daripada itu sebagai kendaraannya, yang kecepatannya mendekati kecepatan sinar atau juga malah melebihinya hingga mendekati kecepatan Buraq sebagai kendaraan inter dimensi Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin 14 abad yang lampau.

Selasa, 06 Juli 2010

"DOAKU UNTUK ORANG TUAKU TERUTAMA IBUKU"


"Ya Allah ya Tuhanku, HambaMu memohon kepadaMu. Bimbinglah hati kami dalam menjalani hidup ini, berikan kemudahan, lapangkan rejeki kami, mudahkan jodoh kami, berikan kesehatan pada kami, keluaraga kami, ayah ibu kami jauhkan dari siksa api neraka."

Ya Allah, jika kami mempunyai salah kepada kedua orang tua kami, mohon bukakan pintu maaf kami dan gerakkan hati kami, bimbing kami agar mengerti kesalahan apa yang kami perbuat. Hamba tidak mau menjadi salahsatu sahabat Nabi Muhammad SAW yang taat ibadahnya, baik orangnya. Ketika menghadapi sarakatul maut begitu tersiksa. Para sahabat pun tertegun dan tidak mengerti hingga salah satu dari mereka bertanya kepada Nabi Muhammad kenapa dengan sahabat kita. Kenapa orang yang baik dan taat beribadah saat sarakatul maut begitu sulitnya. Nabi Muhammad Saw menjawab :" Apakah orang tuanya/ ibunya masih ada...???" Sahabatpu menjawab :" Hamba tidak tau ya Rasul". Nabipun memerintahkan agar mencari orang tuanya. Saat bertemu sang orang tua(ibu dari sahabatnya) dan memang benar dia ibunya, tapi sang ibu menyangkal klau memiliki seorang anak seperti dia. Sahabat pun pergi dan bertanya kepada Nabi Muhammad : " Ya Rasul, sang ibu tidak mengakui bahwa dia anaknya." Sang Nabi pun menemui sang ibu dan berkata :" Ibu anakmu sedang menghadapi sarakatul maut, apakah dia punya kesalahan yang diperbuatnya...???" Sang ibu tetap tidak mengakuinya. Setelah didesak sang ibu pun menjawab :" Saya terlapau sakit hati dengan anak saya dan sampai kapanpun tidak akan saya maafkan." Nabi pun berkata :"Jika ibu tidak memaafkan kesalahan/dosa yg dia perbuat anak ibu akan saya bakar." Saat mendengar Nabi Muhammad berkata begitu hati sang ibu yang membatupun luluh dan berkata :"ya Rasul, jangan Engkau bakar anak hamba, hamba sudah memaafkan kesalahan/dosa yang diperbuatnya." Pada saat itulah Sahabat Nabi yang sedang sarakatul maut meninggal dengan mudahnya. Allahu Akbar.....

"Ya Allah.... Kami tidak ingin seperti itu, yang kami ingin meninggal dengan khusnul khatimah. Ya Allah.... Dengan keikhalasan kami memohon kepadaMu agar orang tua kami terutama ibu kami, janagan kau panggil ya Rabb sebelum kami bisa berbakti kepada beliau. Tanpa ibu kami ini siapa... Tanpa ibu kami ini bagaimana.. Tanpa ibu kami tidak ada.. Tanpa ibu kami tidak akan lahir... Ya Allah ya Rabb, 9 bulan ibu mengandung dan melahirkan kami kedunia ini dengan taruhan nyawa. Sungguh pengorbanan yang sangat besar. Sungguh seorang ibu perang sahit untuk melahirkan kami kedunia. Sungguh berdosa jika kami belum bisa membahagiakan mereka. Kami ini apa tanpa beliau. Kami mohon jadikan kami sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tua kami terutama ibu kami. Hamba tau syurga ada ditelapak kaki ibu. Sungguh mulianya Engkau ya Rabb memberikan gelar ibu pada setiap wanita. Ya Allah ... Semoga kami bisa menjadi hambaMu yang Engkau kehendaki. Rabbana Atina Fidzdzunya hasanah wafil'a hiratiw hasanah wakina adzabbannar. Amin 3x ya Rabbal Alamin."

HAKIKAT SHALAT DAN MUNAJAT KEPADA ALLAH

Kita sudah mengetahui bahwa faedah pertama dari shalat ialah:
"Mensucikan hati dari segala dosa berupa penyakit-penyakit hati", karena
pada shalat itu kita menghayati kerendahan diri kita, kehinaannya,
berhajatnya dan terasa hina dan dina hati dan diri kita kepada kehebatan
kebesaran Allah s.w.t. Sebab jiwa dan nafsu yang terkandung di dalam diri,
karakter atau sifatnya adalah selalu ingin meninggi, takabur dan ingin
megah. Maka dengan penghayatan di atas tadi di dalam shalat yang kita
lakukan sucilah hati kita dari segala macam keaiban.

Kemudian faedah yang kedua sebagaimana yang telah kita maklumi, bahwa
shalat itu pada hakekatnya membuka pintu rahasia dari alam jabarut. Artinya,
apabila kita hayati shalat itu dengan khusyuk, ikhlas serta dengan
penghayatan Al-Ihsan, Insya Allah rahasia dari alam yang tidak kita lihat
dan rahasia kebesaran Allah akan disingkap dan dibukakan Allah buat kita,
Insya Allah. Sekarang ini yang mulia Imam Ibnu Athaillah Askandary akan
mengungkapkan kepada kita faedah yang ketiga, yakni shalat merupakan tempat
munajat kita terhadap Allah s.w.t. Maka beliau merumuskan dalam Hakikat
Kalam Hikmahnya yang ke-119 sebagai berikut:

"Shalat itu merupakan tempat berbisik-bisik (munajat) antara hamba
dengan Allah s.w.t. dan tambangan sesuatu yang sifatnya suci. Begitu luas
terdapat didalam shalat berbagai lapangan rahasia dan begitu bersinar di
dalamnya dengan berbagai sinar cahaya."

Kejelasan Kalam Hikmah ini adalah sebagai berikut:

Bahwa faedah yang ketiga daripada shalat ialah: Di dalam shalat itu
seorang hamba Allah dapat berdialog dengan berbisik antaranya dengan Allah,
dia membisikan segala sesuatu kepada Allah melalui zikirnya, bacaannya yang
diikuti dengan hati dan perbuatannya. Sedangkan tanggapan bisik yang
sifatnya dialog itu dari Allah s.w.t. bahwa Allah memberikan pemahaman ke
dalam hati hambaNya sekalian dan membuka pada hati hambaNya rahasia-rahasia
alam malakut dan jabarut sesuai dengan ukuran limpahanNya, melihat kepada
besar kecilnya penghayatan hamba itu dalam pelaksanaan shalatnya.

Inilah pengertian Hadis Nabi s.a.w. yang berbunyi:

"Orang yang melakukan shalat itu berarti berbisik-bisik yang bersifat
dialog (munajat) terhadap TuhanNya."

Dan inilah pula pengertian yang dapat kita fahami dari sabda Rasulullah
s.a.w. dalam Hadis Qudsi sebagai berikut:

"Allah telah berfirman: Aku bagikan shalat itu antaraKu dan antara
hambaKu dan berhaklah bagi hambaKu apa-apa ia mohonkan, maka apabila hamba
itu berkata: Al-Hamdulillaahi rabbil 'alamin, Allah menjawab: Aku telah
dipuji oleh hambaKu. Kemudian apabila hamba itu mengatakan:
Arrahmanirrahiim, Allah menjawab: HambaKu telah memuliakan akan Daku.
Kemudian apabila dia mengatakan : Maaliki yaumiddiin, Allah menjawab:
HambaKu telah menyerahkan (kedaannya) kepadaKu. Kemudian apabila dia
mengatakan: Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Allah menjawab: Inilah
antaraKu dan antara hambaKu (dia menyembahKu dan Aku membantunya). Kenudian
apabila dia mengatakan: Ihdinash-shiraathal mustaqim, (hingga akhir ayat),
Allah menjawab: Inilah buat hambaKu dan berhaklah bagi hambaKu apa-apa yang
ia mohonkan."

Dengan demikian maka jelas bahwa kita bershalat, artinya bermunajat
kepada Allah, memohonkan pendekatan diri kita kepadaNya. Sehingga mantaplah
kecintaan hati kita itu bersih daripada kekeruhan, kekerasan, sehingga
bersambunglah kecintaan kita dengan Allah yang kita cintai dalam keadaan
kemurnian dan kesucian.

Faedah yang keempat dari shalat, merupakan tambangan atau tempat
kesucian hati dan jiwa, oleh sebab itu maka munajat kita dalam shalat
bertolak daripada hati yang suci dan jiwa yang murni. Kesucian hati dan
kemurnian jiwa adalah lebih tinggi dan lebih halus daripada munajat itu
sendiri. Karena itulah maka salah seorang ahli fikir Islam dan Tasawuf
bernama Umar Ibnul Faaridh (1180-1234H.) kelahiran Kairo mengungkapkan
syairnya sebagai berikut:

Dan sungguh benar aku bersunyi diri serta yang tercinta, dan
antara kami Rahasia yang lebih halus dari angin segar apabila berhembus

Inilah kesucian hamba terhadap Tuhannya sehingga Dia tidak
mempertaruhkan hambaNya kepada lainNya. Apabila jalinan kesucian ini telah
sempurna dan kecintaan dari hamba kepada Allah merupakan kecintaan yang
agung, barulah jiwa si hamba dibersihkan Allah dari segala macam hijab dan
terbukalah pintu antara hamba dengan Tuhannya. Pada waktu itu jiwanya tidak
sempit lagi menghadapi segala macam selain Allah dengan segala macam
tentangannya.

Faedah yang kelima dari shalat itu, bahwa di dalam shalat terkembanglah
keluasan lapangan berbagai rahasia dari alam mayapada ini, karena jiwa orang
bershalat telah merasa tenang dan senang. Ia dapat berfikir dalam keluasan
cahaya dari jiwa itu sendiri berkelana dalam alam malakut dan alam jabarut.

Faedah keenam pada shalat ialah: Seorang hamba Allah yang shaleh dalam
mengerjakan shalatnya akan terpancar padanya cahaya rahasia Dzat Allah dan
cahaya daripada difat-sifat Allah, dengan demikian terarahlah penghayatan
bathinnya kepada Allah sehingga ia lupa selainNya. Ini disebut dengan
"Al-Fana". Dan karena sifat-sifat Allah mempengaruhi kepada bathinnya maka
dia lupa kepada keberadaannya sebagai manusia dan inilah yang disebut dengan
"Al-Baqa". Maka di satu sudut dia sangat berpegang kepada Hablun minallaah
dan di sudut lain dia tidak meremehkan Hablun minan-naas.

Kesimpulan:

Alangkah indahnya shalat, pada lahiriahnya memang merupakan perintah
Allah terhadap hamba-hambaNya tetapi pada hakikatnya shalat adalah merupakan
hubungan yang intim dan indah antara hamba dengan yang Maha Pencipta. Maka
adalah shalat itu nilai dasarnya merupakan kesyukuran kita selaku hambaNya,
yang dibedakan Allah dari makhluk-makhluk lainnya, sehingga jadilah kita ini
sebagai khalifahNya, khusus
di atas permukaan bumi ini.

Semoga keindahan shalat dapat kita rasakan dengan izin Allah dan
ridhaNya.

Amin.

Minggu, 04 Juli 2010

HAKIKAT RAHASIA SHOLAT

Semua umat muslim pasti pernah melaksanakan ini,
tapi kebanyakan dari kita ga' ngerti apa yg tersirat dalam sholat itu sendiri
dan kebanyakan dari kita hanya menganggap sholat itu hanya merupakan sebuah rutinitas belaka tanpa kita tau ada RAHASIA APA DALAM SHOLAT yg kita kerjakan selama ini

Dalam topik kali ini saya aka mencoba membagi apa yang saya dapat tentang rahasia sholat
dan semoga ini bermanfa'at bagi kita umat muslim dalam menjalankan ibadah dlm hal ini sholat yang menjadi tiang AGAMA

Adapun kemudian daripada itu, yakni daripada memuji Allah dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW, maka inilah suatu kitab yang sudah dipindahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, supaya mudah bagi orang yang baru belajar menginginkan Allah. Bahwasanya diceritakan dari Abdullah Bin Umar r.a, katanya adalah kamu berduduk pada suatu orang kelak ke hadapan Rasulullah SAW, minta belajar ilmu Jibril a.s, daripada ilmu yang sempurna dunia dan akhirat, yaitu membiasakan dari hakikat didalam shalat lima waktu yaitu wajib bagi kita untuk mengetahuinya. Yang harus mereka ketahui pertama kali hakikat shalat ini supaya sempurna kamu menyembah Allah, bermula hakikatnya didalam shalat itu atas 4 (empat) perkara :
1. BERDIRI (IHRAM).
2. RUKU’ (MUNAJAH).
3. SUJUD (MI’RAJ).
4. DUDUK (TABDIL).

Adapun hakikatnya :
1. BERDIRI ( IHRAM) itu karena huruf ALIF asalnya dari API, bukan api pelita dan bukan pula api bara. Adapun artinya API itu bersifat JALALULLAH, yang artinya sifat KEBESARAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara :
• KUAT.
• LEMAH.

Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga, karena hamba itu tidak mempunyai KUAT dan LEMAH karena hamba itu di-KUAT-kan dan di-LEMAH-kan oleh ALLAH, bukannya kudrat dan iradat Allah itu lemah. Adapun kepada hakikatnya yang sifat lemah itu shalat pada sifat kita yang baharu ini. Adapun yang dihilangkan tatkala BERDIRI itu adalah pada segala AP’AL (perbuatan) hamba yang baharu.

2. RUKU’ (MUNAJAH) itu karena huruf LAM Awal, asalnya dari ANGIN, bukannya angin barat dan bukan pula angin timur. Adapun artinya ANGIN itu bersifat JAMALULLAH yang artinya sifat KEELOKAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara :
• TUA.
• MUDA.

Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak mempunyai TUA dan MUDA. Adapun yang dihilangkan tatkala RUKU’ itu adalah pada segala ASMA (nama) hamba yang baharu.

3. SUJUD (MI’RAJ) itu karena huruf LAM Akhir, asalnya dari AIR, bukannya air laut dan bukan pula air sungai. Adapun artinya AIR itu bersifat QAHAR ALLAH yang artinya sifat KEKERASAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara :
• HIDUP.
• MATI.

Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak pun mempunyai HIDUP dan MATI. Adapun yang dihilangkan tatkala SUJUD itu adalah pada segala NYAWA (sifat) hamba yang baharu.

4. DUDUK (TABDIL) itu karena huruf HA, asalnya dari TANAH, bukannya pasir dan bukan pula tanah lumpur. Adapun artinya TANAH itu bersifat KAMALULLAH yang artinya sifat KESEMPURNAAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas 2 (dua) perkara :
• ADA.
• TIADA.

Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak ADA dan TIADA. Adapun yang dihilangkan tatkala DUDUK itu adalah pada segala WUJUD/ZAT hamba yang baharu, karena hamba itu wujudnya ADAM yang artinya hamba tiada mempunyai wujud apapun karena hamba itu diadakan/maujud, hidupnya hamba itu di-hidupkan, matinya hamba itu di-matikan dan kuatnya hamba itu di-kuatkan.

Itulah hakikatnya shalat. Barangsiapa shalat tidak tahu akan hakikat yang empat tersebut diatas, shalatnya hukumnya KAFIR JIN dan NASRANI, artinya KAFIR KEPADA ALLAH, ISLAM KEPADA MANUSIA, yang berarti KAFIR BATHIN, ISLAM ZHAHIR, hidup separuh HEWAN, bukannya hewan kerbau atau sapi. Tuntutan mereka berbicara ini wajib atas kamu. Jangan shalat itu menyembah berhala !!!.

INILAH PASAL

Masalah yang menyatakan sempurnanya orang TAKBIRATUL IHRAM, yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA.
Bermula MAQARINAH shalat itu terdiri atas 4 (empat) perkara :
1. BERDIRI (IHRAM).
2. RUKU’ (MUNAJAH).
3. SUJUD (MI’RAJ).
4. DUDUK (TABDIL).

Adapun hakikatnya :
Adapun hakikatnya BERDIRI (IHRAM) itu adalah TERCENGANG, artinya : tiada akan tahu dirinya lagi, lupa jika sedang menghadap Allah Ta’ala, siapa yang menyembah?, dan siapa yang disembah?.

Adapun hakikatnya RUKU’ (MUNAJAH) itu adalah BERKATA-KATA, artinya : karena didalam TAKBIRATUL IHRAM itu tiada akan menyebut dirinya (asma/namanya), yaitu berkata hamba itu dengan Allah. Separuh bacaan yang dibaca didalam shalat itu adalah KALAMULLAH.

Adapun hakikatnya SUJUD (MI’RAJ) itu adalah TIADA INGAT YANG LAIN TATKALA SHALAT MELAINKAN ALLAH SEMATA.

Adapun hakikatnya DUDUK (TABDIL) itu adalah SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA.

Sah dan maqarinahnya shalat itu terdiri atas 3 (tiga) perkara :
1. QASHAD.
2. TA’ARADH.
3. TA’IN.

Adapun QASHAD itu adalah menyegerakan akan berbuat shalat, barang yang dishalatkan itu fardhu itu sunnah.
Adapun artinya TA’ARRADH itu adalah menentukan pada fardhunya empat, tiga atau dua.
Adapun TA’IN itu adalah menyatakan pada waktunya, zhuhur, ashar, maghrib, isya atau subuh.

INILAH PASAL

Masalah yang menyatakan sempurnanya didalam shalat :
Adapun sempurnanya BERDIRI (IHRAM) itu hakikatnya :
Nyata kepada AP’AL Allah.
Hurufnya ALIF.
Alamnya NASUWAT.
Tempatnya TUBUH, karena tubuh itu kenyataan SYARIAT.

Adapun sempurnanya RUKU’ (MUNAJAH) itu hakikatnya :
Nyata kepada ASMA Allah.
Hurufnya LAM Awal.
Alamnya MALAKUT.
Tempatnya HATI, karena hati itu kenyataan THARIQAT.

Adapun sempurnanya SUJUD (MI’RAJ) itu hakikatnya :
Nyata kepada SIFAT Allah.
Hurufnya LAM Akhir.
Alamnya JABARUT.
Tempatnya NYAWA, karena Nyawa itu kenyataan HAKIKAT.

Adapun sempurnanya DUDUK (TABDIL) itu hakikatnya :
Nyata kepada ZAT Allah.
Hurufnya HA.
Alamnya LAHUT.
Tempatnya ROHANI, karena ROHANI itu kenyataan MA’RIFAT.

Adapun BERDIRI (IHRAM) itu kepada SYARIAT Allah.
Hurufnya DAL.
Nyatanya kepada KAKI kita.

Adapun RUKU’ (MUNAJAH) itu kepada THARIQAT Allah.
Hurufnya MIM.
Nyatanya kepada PUSAT (PUSER) kita.

Adapun SUJUD (MI’RAJ) itu kepada HAKIKAT Allah.
Hurufnya HA.
Nyatanya kepada DADA kita.

Adapun DUDUK (TABDIL) itu kepada MA’RIFAT Allah.
Hurufnya MIM Awal.
Nyata kepada KEPALA (ARASY) kita.

Jadi Orang Shalat membentuk huruf AHMAD / MUHAMMAD.

inilah yg tersembunyi dalam sholat kita dan semoga ini dapat bermanfa'at bagi kita semua

Sabtu, 03 Juli 2010

RUKUN ISLAM

Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: "Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan".

[Bukhari no.8, Muslim no.16]

Abul ‘Abbas Al-Qurtubi berkata : “Lima hal tersebut menjadi asas agama Islam dan landasan tegaknya Islam. Lima hal tersebut diatas disebut secara khusus tanpa menyebutkan Jihad (Padahal Jihad adalah membela agama dan mengalahkan penentang-penentang yang kafir) Karena kelima hal tersebut merupakan kewajiban yang abadi, sedangkan jihad merupakan salah satu fardhu kifayah, sehingga pada saat tertentu bisa menjadi tidak wajib.
Pada beberapa riwayat disebutkan, Haji lebih dahulu dari Puasa Romadhon. Hal ini adalah keraguan perawi. Wallahu A’lam (Imam Muhyidin An Nawawi dalam mensyarah hadits ini berkata, “Demikian dalam riwayat ini, Haji disebutkan lebih dahulu dari puasa. Hal ini sekedar tertib dalam menyebutkan, bukan dalam hal hukumnya, karena puasa ramadhon diwajibkan sebelum kewajiban haji. Dalam riwayat lain disebutkan puasa disebutkan lebih dahulu daripada haji”) Oleh karena itu, Ibnu Umar ketika mendengar seseorang mendahulukan menyebut haji daripada puasa, ia melarangnya lalu ia mendahulukan menyebut puasa daripada haji. Ia berkata : “Begitulah yang aku dengar dari Rosululloh ”
Pada salah satu riwayat Ibnu ‘Umar disebutkan “Islam didirikan atas pengakuan bahwa engkau menyembah Allah dan mengingkari sesembahan selain-Nya dan melaksanakan Sholat….” Pada riwayat lain disebutkan : seorang laki-laki berkata kepada Ibnu ‘Umar, “Bolehkah kami berperang ?” Ia menjawab : “Aku mendengar Rosululloh bersabda, “Islam didirikan atas lima hal ….” Hadits ini merupakan dasar yang sangat utama guna mengetahui agama dan apa yang menjadi landasannya. Hadits ini telah mencakup apa yang menjadi rukun-rukun agama.

Rabu, 30 Juni 2010

Pengaruh Ibadah Bagi Seorang Muslim

Syariat Islam yang mencakup akidah (keyakinan), ibadah dan mu’amalah, diturunkan oleh Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang maha tinggi dan hikmah-Nya yang maha sempurna, untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Karena termasuk fungsi utama petunjuk Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari semua kotoran dan penyakit yang menghalanginya dari semua kebaikan dalam hidupnya.

Allah Ta’ala berfirman,

{لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ}

“Sungguh Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan (hati/jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (al-Qur-an) dan al-Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (QS Ali ‘Imraan:164).

Makna firman-Nya “mensucikan (Hati/jiwa) mereka” adalah membersihkan mereka dari keburukan akhlak, kotoran jiwa dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya (hidayah Allah Ta’ala).

Maka kebersihan hati seorang muslim merupakan syarat untuk mencapai kebaikan pada dirinya secara keseluruhan, karena kebaikan seluruh anggota badannya tergantung dari baik/bersihnya hatinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إلا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

“Ketahuilah, bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal (daging), yang kalau segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh (anggota) tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh (anggota) tubuhnya), ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati (manusia)“.

Hikmah Agung Disyariatkannya Ibadah

Inilah hikmah agung disyariatkannya ibadah kepada manusia, sebagaimana yang Allah Ta’ala nyatakan dalam firman-Nya,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ}

“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu” (QS al-Anfaal:24).

Ayat ini menunjukkan bahwa kebaikan dan kemashlahatan merupakan sifat yang selalu ada pada semua ibadah dan petunjuk yang diserukan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ini sekaligus menjelaskan manfaat dan hikmah agung dari semua ibadah yang Allah Ta’ala syariatkan, yaitu bahwa hidup (bersih dan sucinya)nya hati dan jiwa manusia, yang merupakan sumber kebaikan dalam dirinya[4], hanyalah bisa dicapai dengan beribadah kepada Allah dan menetapi ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya .

Imam Ibnul Qayyim – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – menjelaskan hikmah yang agung ini dalam ucapan beliau,

“Bukanlah tujuan utama dari semua ibadah dan perintah (Allah dalam agama Islam) untuk memberatkan dan menyusahkan (manusia), meskipun hal itu (mungkin) terjadi pada sebagian dari ibadah dan perintah tersebut sebagai (akibat) sampingan, karena adanya sebab-sebab yang menuntut kemestian terjadinya hal tersebut, dan ini merupakan konsekwensi kehidupan di dunia. Semua perintah Allah (dalam agama Islam), hak-Nya (ibadah) yang Dia wajibkan kepada hamba-hamba-Nya, serta semua hukum yang disyariatkan-Nya (pada hakekatnya) merupakan qurratul ‘uyuun (penyejuk pandangan mata), serta kesenangan dan kenikmatan bagi hati (manusia), yang dengan (semua) itulah hati akan terobati, (merasakan) kebahagiaan, kesenangan dan kesempurnaan di dunia dan akhirat. Bahkan hati (manusia) tidak akan merasakan kebahagiaan, kesenangan dan kenikmatan yang hakiki kecuali dengan semua itu. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

{يا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ، قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ}

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah:”Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS.Yuunus:57-58)[6].

Inilah makna ucapan sahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma sewaktu beliau berkata, “Sesungguhnya (amal) kebaikan (ibadah) itu memiliki (pengaruh baik berupa) cahaya di hati, kecerahan pada wajah, kekuatan pada tubuh, tambahan pada rezki dan kecintaan di hati manusia, dan (sebaliknya) sungguh (perbuatan) buruk (maksiat) itu memiliki (pengaruh buruk berupa) kegelapan di hati, kesuraman pada wajah, kelemahan pada tubuh, kekurangan pada rezki dan kebencian di hati manusia”.

Pengaruh Positif Ibadah bagi Seorang Muslim

Untuk memperjelas keterangan di atas, berikut ini kami akan sampaikan beberapa poin penting yang menunjukkan besarnya pengaruh positif ibadah dan amal shaleh yang dilaksanakan seorang muslim dalam hidupnya.

1- Kebahagiaan dan kesenangan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat

Allah Ta’ala berfirman,

{مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh (ibadah), baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. an-Nahl:97).

Para ulama salaf menafsirkan makna “kehidupan yang baik (di dunia)” dalam ayat di atas dengan “kebahagiaan (hidup)” atau “rezki yang halal dan baik” dan kebaikan-kebaikan lainnya yang mencakup semua kesenangan hidup yang hakiki.

Sebagaimana orang yang berpaling dari petunjuk Allah dan tidak mengisi hidupnya dengan beribadah kepada-Nya, maka Allah Ta’ala akan menjadikan sengsara hidupnya di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

{وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى}

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS Thaaha:124).

2- Kemudahan semua urusan dan jalan keluar/solusi dari semua masalah dan kesulitan yang dihadapi

Allah Ta’ala berfirman,

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ}

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq:2-3).

Ketakwaan yang sempurna kepada Allah tidak mungkin dicapai kecuali dengan menegakkan semua amal ibadah yang wajib dan sunnah (anjuran), serta menjauhi semua perbuatan yang diharamkan dan dibenci oleh Allah Ta’ala.

Dalam ayat berikutnya Allah berfirman,

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً}

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaaq:4). Artinya: Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya).

3- Penjagaan dan taufik dari Allah Ta’ala

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abdullah bin Abbas

((احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك))

“Jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu“.

Makna “menjaga (batasan-batasan/syariat) Allah” adalah menunaikan hak-hak-Nya dengan selalu beribadah kepadanya, serta menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan makna “kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu“: Dia akan selalu bersamamu dengan selalu memberi pertolongan dan taufik-Nya kepadamu.

Keutamaan yang agung ini hanyalah Allah Ta’ala peruntukkan bagi orang-orang yang mendapatkan predikat sebagai wali (kekasih) Allah Ta’ala, yang itu mereka dapatkan dengan selalu melaksanakan dan menyempurnakan ibadah kepada Allah Ta’ala, baik ibadah yang wajib maupun sunnah (anjuran). Dalam sebuah hadits qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah menyatakan perang (pemusuhan) terhadapanya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (ibadah) yang lebih Aku cintai dari pada (ibadah) yang Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan (ibadah-ibadah) yang sunnah (anjuran/tidak wajib) sehingga Akupun mencintainya…“.

4- Kemanisan dan kelezatan iman, yang merupakan tanda kesempurnaan iman

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد رسولاً))

“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha dengan Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya“.

Imam an-Nawawi – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – ketika menjelaskan hadits di atas, berkata, “Orang yang tidak menghendaki selain (ridha) Allah Ta’ala, dan tidak menempuh selain jalan agama Islam, serta tidak melakukan ibadah kecuali dengan apa yang sesuai dengan syariat (yang dibawa oleh) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak diragukan lagi bahwa barangsiapa yang memiliki sifat ini, maka niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya sehingga dia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut (secara nyata)”.

Sifat inilah yang dimiliki oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang semua itu mereka capai dengan taufik dari Allah Ta’ala, kemudian karena ketekunan dan semangat mereka dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْأِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ}

“Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan perbuatan maksiat. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (QS al-Hujuraat:7).

5- Keteguhan iman dan ketegaran dalam berpegang teguh dengan agama Allah

Allah Ta’ala berfirman,

{يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ}

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS Ibrahim:27).

Ketika menafsirkan ayat ini Imam Qatadah[18] berkata, “Adapun dalam kehidupan dunia, Allah meneguhkan iman mereka dengan perbuatan baik (ibadah) dan amal shaleh (yang mereka kerjakan)”.

Fungsi ibadah dalam meneguhkan keimanan sangat jelas sekali, karena seorang muslim yang merasakan kemanisan dan kenikmatan iman dengan ketekunannya beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, maka setelah itu – dengan taufik dari Allah Ta’ala – dia tidak akan mau berpaling dari keimanan tersebut meskipun dia harus menghadapi berbagai cobaan dan penderitaan dalam mempertahankannya, bahkan semua cobaan tersebut menjadi ringan baginya.

Gambaran inilah yang terjadi pada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keteguhan mereka sewaktu mempertahankan keimanan mereka menghadapi permusuhan dan penindasan dari orang-orang kafir Quraisy, di masa awal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendakwahkan Islam. Sebagaimana yang disebutkan dalam kisah dialog antara Abu Sufyan dan raja Romawi Hiraql, yang kisah ini dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara pertanyaan yang diajukan oleh Hiraql kepada Abu Sufyan waktu itu, “Apakah ada di antara pengikut (sahabat) Nabi itu (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang murtad (meninggalkan) agamanya karena dia membenci agama tersebut setelah dia memeluknya?” Maka Abu Sufyan menjawab, “Tidak ada“. Kemudian Hiraql berkata, “Memang demikian (keadaan) iman ketika kemanisan iman itu telah masuk dan menyatu ke dalam hati manusia“.

Selasa, 29 Juni 2010

PACAR, TEMAN ATAU SELINGKUHANMU....????

Kamu diam-diam
Curi-curi waktu
Dengan si dia
Pacar, temanmu atau selingkuhanmu...

Kamu diam-diam
Menjalin hubungan
Dengan si dia
Pacar, temanmuatau selingkuhanmu...

Jangan,jangan.. Jangan..
Sampai ketahuan
Kalau kamu berkencan
Pacar, temanmu atau selingkuhanmu...
Cumbu-cumbu, gitu..

Jangan,jangan.. Jangan..
Sampai ketahuan
Kamu sekedar suka atau cinta
Bermain-main cinta
Cumbu-cumbu, gitu..

Tapi kamu tak peduli
Andainya Aku tahu
Yang penting kamu hepi dengan
Pacar, teman atau selingkuhanmu...

Akhir sebuah cerita
Kamu aku dipergoki
Sedang asyik duaan
Dengan Pacar, temanmu atau selingkuhanmu...

Jadi kamu tau
Apa yang aku lakukan denganmu
Jika benar kau lakukan itu
Ku akan meninggalkanmu

Karena ku benci dibohongi, dikhianati
Sakit hati, karena kehormatanku kau permainkan
Kau tak setia
Kau selingkuh itu zina dan itu hina

SEBUAH NAMA

Sebuah nama tertulis di hatiku
Dalam membekas tak mudah terhapuskan
Indah namanya seindah orangnya
Bila kusebut terbayang wajahnya
Karena dia aku bisa menangis, tertawa, bisa merana, bisa bahagia

Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedang musikpun manis kudengar
Mungkin karena kulihat lagi
Lentik bulu matamu
Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan
Jatuh berderai di keningmu
Makin mengajakku terpana
Kau goreskan gita cinta

Mengapa aku mesti duduk disini
Sedang kau tepat didepanku
Mestinya kau berdiri berjalan kedepanmu
Kusapa dan kunikmati wajahmu
Atau kuisyaratkan cinta
Tapi semua tak kulakukan
Kata orang cinta mesti berkorban

Mengapa dadaku mesti bergoncang
Bila kusebutkan namamu
Sedang kau diciptakan bukanlah untukku
Itu pasti tapi aku tak mau perduli
Sebab cinta bukan mesti bersatu
Biar kucumbui bayanganmu
Dan kusandarkan harapanku
Jatuh berderai dikeningmu

Jumat, 25 Juni 2010

NABI ISA PUN MENYEMBAH ALLAH,DIA TAK MINTA UMAT SEMBAH DIRINYA

Mukjizat Nabi Isa

Mukjizat Isa adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Isa untuk membuktikan kenabiannya. Isa sama sekali tidak mendekati wanita dan tidak menikah sepanjang hidupnya, sampai ia diangkat oleh Allah kelangit. Sifat tersebutnya ini juga sama dengan sifat yang dimiliki oleh para malaikat, di mana bahwa sebagian para nabi yang diutus oleh Allah dan memiliki beberapa istri, bahkan kitab-kitab Yahudi menyebutkan bahwa jumlah istri-istri nabi mereka Sulaiman misalnya, mencapai kurang lebih tujuh ratus wanita.

Mukjizat

Sebagai salah satu nabi yang memiliki julukan Ulul Azmi. Para ahli tafsir mengatakan bahwa Isa menghidupkan empat orang. Pertama, al-Azir yaitu temannya, kemudian dua orang anak laki-laki dari seorang tua dan seorang anak perempuan satu-satunya dari seorang ibu. Mereka adalah tiga orang yang mati di zamannya dan Isa membangkitkan pula Sam bin Nuh atas permintaan orang Yahudi. Mukjizat Isa diantaranya adalah:

  • Lahir tanpa adanya seorang ayah
  • Dapat berbicara sewaktu masih bayi, untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel
  • Bisa mengetahui Taurat asli Musa, yang disembunyikan dan telah mengalamai banyak perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi
  • Menyembuhkan orang buta
  • Membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkan roh, lalu tanah itu menjadi burung
  • Menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak
  • Menghidupkan kembali orang yang telah mati
  • Menurunkan makanan dari langit karena permintaan Hawariyun
  • Diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung
  • Diangkat dari bumi ke langit ketika penguasa Roma dan Bani Israel yang zalim berusaha menyalibnya

Mukjizat Nabi Musa

Mukjizat Musa adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Musa untuk membuktikan kenabiannya. Di dalam tugas yang dibebankan kepadanya, Musa disertai Tuhan dengan berbagai tanda dan mujizat.

Dalam pandangan Kristen, Mikjizat Musa adalah:

  • Mengadakan berbagai tulah kepada negeri Mesir demi membebaskan bangsa Israel, yang dikenal dengan nama 10 Tulah Mesir.
  • Mengadakan mukjizat membelah Laut Merah ketika orang Mesir mengejar orang Israel dengan maksud membawa orang Israel kembali, setelah orang Israel dibebaskan dari perbudakan.Mukjizat itu membuat seluruh orang Mesir hanyut tenggelam di dalam Laut Merah.
  • Ketika bangsa Israel bersungut-sungut oleh karena persediaan makanan dan air mereka sudah habis. Oleh karena itu, Tuhan menjawab doa Musa dan mengirimkan Manna dan burung puyuh. Manna adalah seperti roti yang terbentuk dari embun. Manna ini muncul di pagi hari. Sementara burung puyuh dikirim oleh Tuhan setiap sore oleh angin yang kencang.
  • Ketika bangsa Israel menemukan sebuah mata air yang pahit. Lalu Musa melemparkan sebuah cabang kayu ke situ dan air itu menjadi manis.
  • Ketika bangsa Israel bersungut-sungut oleh karena tidak ada air, sehingga Musa, atas perintah Tuhan, memukul sebuah bukit batu dengan tongkatnya, dan air memancar. Namun Musa mengatakan suatu perkataan yang dianggap Tuhan tidak pantas, sehingga itu menyebabkan Musa tidak dapat masuk ke tanah Kanaan bersama bangsa Israel.
  • Ketika Bangsa Israel mendapat serangan dari ular ketika di padang gurun oleh karena Tuhan murka kepada bangsa Israel yang terus bersungut-sungut. Kemudian Tuhan menyuruh Musa membuat patung ular dari tembaga. Siapapun yang melihat kepada patung itu, akan sembuh dari racun gigitan ular-ular itu.

Pandangan Islam

Musa di gambarkan dalam Al-Qur'an sebagai seorang yang kelu lidahnya (cedal), karena pernah memakan bara api kedalam mulutnya.Musa mendapat julukan Kalimullah, Bahkan tidak jarang dia berdialog dengan Allah, dialog antara seorang hamba yang sangat dekat dengan Sang Kekasih Yang Maha Pengasih. Namun, melihat julukan yang diberikan oleh Allah pada diri Musa, tampaknya Musa memang satu-satunya nabi yang memperoleh julukan itu.

Musa memiliki sembilan mukjizat, yaitu: tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, topan, laut, dan peristiwa di Bukit Thur. Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada masa kenabian Musa:

  • Musa mempertunjukkan tongkatnya yang bisa berubah menjadi ular dan memakan ular-ular kecil hasil buatan para penyihir Firaun.
  • Telapak tangannya bisa mengeluarkan cahaya berwarna putih yang menyilaukan, setiap Musa memasukkan tangannya kedalam jubahnya.
  • Memotong-motong seekor burung merpati dan menghidupkannya kembali.
    Bagian-bagian badan dari burung tersebut dibuang ketempat yang berbeda-beda. Kemudian Allah memerintahkan Musa untuk memanggil burung merpati itu dan burung itu pun lalu bisa hidup kembali, terbang kehadapan Musa dalam keadaan utuh.
  • Hama belalang dengan jumlah yang teramat sangat banyak.
  • Kutu ada disetiap saku baju, kasur, dimakanan, dipakaian, disetiap penjuru.
  • Katak diseluruh negeri Mesir dengan jumlah banyak.
  • Banjir darah yang membanjiri negeri Mesir dan menggenangi sungai dan air yang ada rumah.
  • Angin topan yang dahsyat yang merusak segala tanaman dan buah-buahan orang-orang Mesir.
  • Penyembelihan sapi yang terkenal dengan sebutan sapi Bani Isra’il dan membangkitkan orang mati.
    Dalam surah Al-Baqarah ayat 73, menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. Masing-masing mereka tuduh-menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan itu. Setelah mereka membawa persoalan itu kepada Musa, Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan lidah sapi itu.
  • Membelah Laut Merah menjadi 12 bagian, sehingga nampaklah jalan untuk dilewati para pengikutnya sekitar 600.000 orang, dengan jarak 7 km dan waktu yang ditempuh untuk menyeberangi Laut Merah sekitar 4 jam.
  • Melindungi Bani Israel dengan awan, sehingga mereka tidak kepanasan selama 40 tahun di Padang Tih.
  • Menurunkan makanan yang bernama Manna dan Salwa.
  • Memukulkan tongkatnya ke batu besar, lalu memancarlah 12 mata air sehingga masing masing suku yang berjumlah 12 suku bisa medapatkan satu sumber mata air.
  • Memukul batu yang membawa lari/ terbang baju Musa ketika Musa mandi, sehingga batu tersebut ada bekas pukulan sebanyak enam atau tujuh pukulan tongkat kayu Musa.